Menciptakan Pemungutan Suara Pemilu Menggunakan Sistem E-voting

Pemilihan Umum atau Pemilu yang baru saja dilaksanakan ini, dinilai oleh beberapa orang masih terjadi beberapa masalah yang merugikan salah satu pasangan calon. Tak hanya sampai di situ, tingkat masyarakat untuk menggunakan hak suaranya juga masih rendah. Solusi yang dapat diharapkan oleh banyak orang adalah dengan pemungutan suara e-voting.

Penerapan E-voting di Indonesia

Penerapan pemilu dengan menggunakan sistem e-voting di Indonesia akan meniadakan surat suara, meniadakan surat suara yang masuk, tidak sah, bahkan kekurangan dari surat suara tersebut. Hal ini dikarenakan penggunaan surat suara elektronik, Anda hanya akan menyentuhnya saja melalui layar gawai Anda.

Saat ini di mana masyarakat Indonesia masih menggunakan kertas surat suara untuk memilih presiden dan legislatif. Namun kenyataannya di lapanagan masih terdapat kendala, dimulai dari surat suara yang rusak, perhitungan suara yang sangat lamban dan membutuhkan waktu yang lama, hingga korban jiwa.

Penerapan sistem e-voting ini sendiri telah diterapakan dalam pemilihan di Pilkada Bantaeng yang mencakup 50 TPS dari total 300 TPS yang ada. Dalam ajang tersebut, didapatkan bahwa jika satu perangkat dapat dipakai minimum 5 kali maka dapat diperoleh penghematan sebesar 50 persen.

Kelebihan Pemilu dengan Menggunakan Sistem E-voting

Penggunaan sistem e-voting ini untuk pemungutan suara memiliki kelebihan di dalamnya yakni layanan tersebut menggunakan perangkat elektronik untuk memberikan suara. Selain itu dengan menggunakan sistem ini akan dapat menghitung dan mencetak struk audit yang dilakukan.

E-voting juga mampu untuk melakukan pengiriman langsung dari perangkat yang digunakan di TPS ke KPU. Kemudian penggunaan sistem ini juga dapat menghitung hasil dengan cepat dan lebih akurat dikarenakan menggunakan perangkat elektronik. Adanya sistem ini diharapkan akan dapat meminimalisir kesalahan dan mendeteksi jika ditemukan rekayasa.

Sistem tersebut nantinya diharapkan akan membuat masyarakat lebih demokratis, di mana hanya pemilih yang berhak yang dapat menggunakan hak suaranya dengan ditandai oleh kepemilikan KTP elektronik. Setiap pemilih yang mempunyai hak suara juga hanya dapat menggunakan satu kali.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *